Dengan melihat realitas umat manusia hari ini, khususnya umat Islam sangat membuat hati menjadi miris. Telah tampak dengan sangat nyata kerusakan dan keterpurukan di tengah-tengah umat manusia. Dan jika kita bisa jujur melihat kondisi yang ada, maka sangat jelas fakta kerusakan dan kemunduran tersebut karena pengabaian umat terhadap aturan sang Khaliq.
Olehnya, menjadi
sebuah tanggung jawab bagi kita untuk mengeluarkan umat dari kondisi ini.
Mengutip dari kitab Nidzomul Islam karya Taqiyuddin An
Nabhani, “Bangkitnya manusia tergantung pada
pemikirannya tentang hidup, alam semesta, manusia, serta hubungan ketiganya
dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Agar
manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap
pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain.”
Dari pernyataan
tersebut, maka jelas penyebab kemunduran umat hari ini dikarenakan kemunduran
berfikirnya. Karena itu, untuk mewujudkan kebangkitan, maka harus bangkit dari
segi pemikiran. Mengeluarkan umat dari jebakan pemikiran yang menjauhkan mereka
pada ketaatan kepada Allah swt. Kemudian mengantarkan mereka pada pemikiran
Islam hingga mereka menyadari hakikit diri dan kehidupannya. Sehingga tidak
lagi terjebak dalam gemerlapnya dunia. Akan tetapi menjadi manusia yang sadar
diri atas posisinya sebagai ciptaan yang lemah dan terbatas.
Sebagai umat Islam,
maka kebangkitan Islam merupakan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan.
Bahkan tak ada satupun alasan bagi umat Islam untuk tidak memperjuangkannya.
Umat Islam hanya akan bangkit jika kembali kepada Islam secara kaffah dengan
menjadi hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang
yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan
janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan
adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)
Dengan demikian,
untuk membangkitkan Islam maka libatkan diri dalam perjuangan menuju Islam
kaffah dengan upaya melanjutkan kehidupan Islam. Sebagaimana perjuangan
Rasulullah di Makkah hingga tegak kekuasaan Islam di Madinah di bawah
kepeminpinan Muhammad Rasulullah.
Tidak bisa dipungkiri
jalan perjuangan ini berat, sulit, berliku, serta memerlukan banyak
pengorbanan. Tapi Allah akan senantiasa menyertai perjuangan ini. Allah swt
berfirman: “Jikalau sekiranya
penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapui mereka mendustakan
(ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf : 96)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar