Laman

Senin, 09 September 2013

Kebangkitan Islam, Butuh Kesadaran & Perjuangan


Dengan melihat realitas umat manusia hari ini, khususnya umat Islam sangat membuat hati menjadi miris. Telah tampak dengan sangat nyata kerusakan dan keterpurukan di tengah-tengah umat manusia. Dan jika kita bisa jujur melihat kondisi yang ada, maka sangat jelas fakta kerusakan dan kemunduran tersebut karena pengabaian umat terhadap aturan sang Khaliq.

Olehnya, menjadi sebuah tanggung jawab bagi kita untuk mengeluarkan umat dari kondisi ini. Mengutip dari kitab Nidzomul Islam karya Taqiyuddin An Nabhani, “Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain.”

Dari pernyataan tersebut, maka jelas penyebab kemunduran umat hari ini dikarenakan kemunduran berfikirnya. Karena itu, untuk mewujudkan kebangkitan, maka harus bangkit dari segi pemikiran. Mengeluarkan umat dari jebakan pemikiran yang menjauhkan mereka pada ketaatan kepada Allah swt. Kemudian mengantarkan mereka pada pemikiran Islam hingga mereka menyadari hakikit diri dan kehidupannya. Sehingga tidak lagi terjebak dalam gemerlapnya dunia. Akan tetapi menjadi manusia yang sadar diri atas posisinya sebagai ciptaan yang lemah dan terbatas.

Sebagai umat Islam, maka kebangkitan Islam merupakan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan. Bahkan tak ada satupun alasan bagi umat Islam untuk tidak memperjuangkannya. Umat Islam hanya akan bangkit jika kembali kepada Islam secara kaffah dengan menjadi hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)

Dengan demikian, untuk membangkitkan Islam maka libatkan diri dalam perjuangan menuju Islam kaffah dengan upaya melanjutkan kehidupan Islam. Sebagaimana perjuangan Rasulullah di Makkah hingga tegak kekuasaan Islam di Madinah di bawah kepeminpinan Muhammad Rasulullah.

Tidak bisa dipungkiri jalan perjuangan ini berat, sulit, berliku, serta memerlukan banyak pengorbanan. Tapi Allah akan senantiasa menyertai perjuangan ini. Allah swt berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapui mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf : 96)

Maka saatnya bagi umat Islam sadar untuk keluar dari keterpurukannya. Lantas bangkit dan berjuang untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Sehingga Islam kembali mampu menebar rahmat bagi semesta alam. (AAF)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar