Hitam Tinta Ulama dan Merah Darah Syuhada Telah Mengukir Keagungan Peradaban Islam
Sabtu, 05 Oktober 2013
INKISARIA STORY (Goresan seorang teman. Sahabat, & saudara seperjuangan)
“...layarkanlah impianmu doamu, sesungguhnya
aku masih mengingatimu sebagai kawan, rekan, dan teman, ku doakan kepadamu agar
bahagia di dunia dan akhirat...” (AMAR, Sahabat)
Rabu, 18 September 2013
Hapus Pesimisme, Khilafah Pasti Kembali
Puing-puing bangunan Khilafah telah lebur bersama dengan masa.
Ingatan manusia akan kekokohannya pun telah terhapus dari tiap-tiap memori
otak. Hingga hampirlah tak menyisakan sedikitpun bayang akan keagungannya.
Binasa bersama makar-makar akbar yang telah dikobarkan oleh para pembencinya.
Tapi akankah selamanya mereka mampu menutupi sebuah realita yg tak
terbantahkan. Sebuah kedigdayaannya, yang tak satupun masa tercatat sebagai
tandingannya. Kejayaan yang tak pernah bisa dipungkiri. Bahkan tatkala
kebenarannya terpenjara dalam ruang yang sangat tertutup. Takkan mampu
menjadikannya benar-benar terkubur.
Kini realitas menjadi sebuah aksi yang kembali membuka
lembaran-lembaran yang telah terhapus dari memori umat. Harapan untuk kembali
ke masa yang telah hilang telah menggelora bak gelombang yang tak terbendung.
Gejolak tuntutan untuk kembalinya masa itu telah menjadi momok menakutkan bagi
penjahat-penjahat peradaban.
Tak ada lagi keraguan. Hingga tak ada lagi kata diam. Sekarang
saatnyalah untuk menunjukkan aksi. Semua telah tampak jelas. Angin segar telah
menghembuskan revolusi. Irama kebangkitan sahut menyahut disetiap penjuru
negeri-negeri. Teriakan-teriakan tuntutan tak terelakkan lagi.
Maka apalagi yang membuat ragu untuk turut dalam barisan
orang-orang yang memperjuangkannya. Tatkala realitas telah gamblang memberikan
jawaban tak terbantahkan atas kepastiannya. Disaat kesadaran umat telah
terbentuk untuk memperjuangkannya. Maka tampak jelaslah kekhawatiran para
penjahat-penjahat yang telah sekian lama menutupi kebenarannya.
Terngiang sebuah bisyarah Rasulullah dari hadits riwayat Ahmad :”…
akan tegak kembali Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian…” . Inilah dalil yang
menunjukkan sebuah keniscayaan akan kembalinya kemuliaan Islam dan kaum
Muslimin dalam naungan Khilafah rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah. Janji Allah
SWT bagi umatnya yang tak akan mungkin diingkarinya.
Allah swt berfirman: “Allah telah berjanji
kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara
kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka…” (TQS. An Nur: 55)
Demikianlah kebenaran yang harus menghujam kuat dalam benak-benak
kaum Muslimin. Sehingga tak perlu lagi ada rasa pesimis dalam perjuangan untuk
mengembalikannya. Banyaknya tantangan, beratnya ujian, serta besarnya
pengorbanan yang harus dipersembahkan dalam perjuangan ini bukanlah suatu
alasan untuk tidak memperjuangkannya. Karena Khilafah pasti tegak kembali. Dan
Allah telah menyiapkan balasan yang pantas bagi insan-insan yang turut dalam
memperjuangkannya. (AAF)
Jumat, 13 September 2013
Hijau
Catatan dari seorang
teman, sahabat, dan saudara seperjuangan..
Pernah dengar kalau
"hijau adalah warna syurga"?? Hal ini tergambar di dalam al Qur'an.
Selain itu, hijau adalah warna favorit Rasul. Dan pastinya warna pohon-pohon
dan dedaunan. Konon katanya, orang yang menyukai warna hijau adalah orang yang tenang
dan pekerja keras. Tidak terburu-buru dan selalu perfecto dalam merencanakan
sesuatu. Well, sekilas mungkin iya. Tapi disisi lain tidak. Setidaknya ia harus
belajar tawazun (menyeimbangkan)
antara dakwah dan kuliah. Karena ternyata, hanya fokus pada dakwah dan kuliah
terbengkalai adalah hal yang tidak baik. Terlebih bagi orang yang memiliki
posisi. Pasti organisasi dijadikan kambing hitam si penghambat. Padahal
penghambatnya adalah diri kita sendiri. Jadi perbaikilah!! Seperti iklannya
Fresh Tea : "Kalem aja, lanjut terus!"
Hanya mereka yang
special yang lebih mengerti... :)
Selasa, 10 September 2013
Berpakaian Tapi Telanjang
Kondisi sekarang
sudah sangat memprihatinkan. Para wanita sudah tidak lagi merasa risih tatkala
mempertontonkan auratnya. Bukan hanya menampakkan kepala dan kaki saja. Tapi
hampir seluruh bagian tubuh telah menjadi bagian yang dapat dinikmati secara
bebas tanpa izin.
Bisa dibayangkan
kondisi beberapa tahun mendatang. Munngkin beberapa tahun lagi berpakaian ala
barat (orang kafir) yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi
budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum
uslimin dari musibah ini.
Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari
penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki
cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang
berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta
yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium
baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekiandan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Rasul telah
mengabarkan kepada umatnya akan munculnya golongan dari penduduk neraka. Dan
hari ini telah terbukti apa yang telah dikabarkan oleh beliau. Para wanita
sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Harga diri mereka seakan telah terkubur
bersama dengan dengan modernitas.
Diperparah dengan
ajang Miss World yang akan terselenggara di salah satu negeri Muslim dengan
penduduk Islam terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Ajang yang katanya ingin
menonjolkan sisi intelektual wanita, tapi nyatanya hanya topeng untuk semakin
mendorong wanita memiliki perilaku hidup yang bebas. Ini akan semakin
menjadikan wanita-wanita memperoleh pembenaran atas kesalahan fatal mereka
dalam mempertontonkan auratnya.
Padahal sebagai
seorang wanita, khususnya Muslimah telah disyariatkan untuk menutup auratnya.
Wajib bagi Muslimah untuk mengenakan kerudung dan jilbab sebagai bukti keimana
dan ketaqwaan mereka kepada Allah swt. (AAF)
Senin, 09 September 2013
Kebangkitan Islam, Butuh Kesadaran & Perjuangan
Dengan melihat realitas umat manusia hari ini, khususnya umat Islam sangat membuat hati menjadi miris. Telah tampak dengan sangat nyata kerusakan dan keterpurukan di tengah-tengah umat manusia. Dan jika kita bisa jujur melihat kondisi yang ada, maka sangat jelas fakta kerusakan dan kemunduran tersebut karena pengabaian umat terhadap aturan sang Khaliq.
Olehnya, menjadi
sebuah tanggung jawab bagi kita untuk mengeluarkan umat dari kondisi ini.
Mengutip dari kitab Nidzomul Islam karya Taqiyuddin An
Nabhani, “Bangkitnya manusia tergantung pada
pemikirannya tentang hidup, alam semesta, manusia, serta hubungan ketiganya
dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Agar
manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap
pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain.”
Dari pernyataan
tersebut, maka jelas penyebab kemunduran umat hari ini dikarenakan kemunduran
berfikirnya. Karena itu, untuk mewujudkan kebangkitan, maka harus bangkit dari
segi pemikiran. Mengeluarkan umat dari jebakan pemikiran yang menjauhkan mereka
pada ketaatan kepada Allah swt. Kemudian mengantarkan mereka pada pemikiran
Islam hingga mereka menyadari hakikit diri dan kehidupannya. Sehingga tidak
lagi terjebak dalam gemerlapnya dunia. Akan tetapi menjadi manusia yang sadar
diri atas posisinya sebagai ciptaan yang lemah dan terbatas.
Sebagai umat Islam,
maka kebangkitan Islam merupakan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan.
Bahkan tak ada satupun alasan bagi umat Islam untuk tidak memperjuangkannya.
Umat Islam hanya akan bangkit jika kembali kepada Islam secara kaffah dengan
menjadi hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang
yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan
janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan
adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)
Dengan demikian,
untuk membangkitkan Islam maka libatkan diri dalam perjuangan menuju Islam
kaffah dengan upaya melanjutkan kehidupan Islam. Sebagaimana perjuangan
Rasulullah di Makkah hingga tegak kekuasaan Islam di Madinah di bawah
kepeminpinan Muhammad Rasulullah.
Tidak bisa dipungkiri
jalan perjuangan ini berat, sulit, berliku, serta memerlukan banyak
pengorbanan. Tapi Allah akan senantiasa menyertai perjuangan ini. Allah swt
berfirman: “Jikalau sekiranya
penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapui mereka mendustakan
(ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf : 96)
Langganan:
Komentar (Atom)
