Laman

Rabu, 18 September 2013

Hapus Pesimisme, Khilafah Pasti Kembali

Puing-puing bangunan Khilafah telah lebur bersama dengan masa. Ingatan manusia akan kekokohannya pun telah terhapus dari tiap-tiap memori otak. Hingga hampirlah tak menyisakan sedikitpun bayang akan keagungannya. Binasa bersama makar-makar akbar yang telah dikobarkan oleh para pembencinya.
Tapi akankah selamanya mereka mampu menutupi sebuah realita yg tak terbantahkan. Sebuah kedigdayaannya, yang tak satupun masa tercatat sebagai tandingannya. Kejayaan yang tak pernah bisa dipungkiri. Bahkan tatkala kebenarannya terpenjara dalam ruang yang sangat tertutup. Takkan mampu menjadikannya benar-benar terkubur.

Kini realitas menjadi sebuah aksi yang kembali membuka lembaran-lembaran yang telah terhapus dari memori umat. Harapan untuk kembali ke masa yang telah hilang telah menggelora bak gelombang yang tak terbendung. Gejolak tuntutan untuk kembalinya masa itu telah menjadi momok menakutkan bagi penjahat-penjahat peradaban.

Tak ada lagi keraguan. Hingga tak ada lagi kata diam. Sekarang saatnyalah untuk menunjukkan aksi. Semua telah tampak jelas. Angin segar telah menghembuskan revolusi. Irama kebangkitan sahut menyahut disetiap penjuru negeri-negeri. Teriakan-teriakan tuntutan tak terelakkan lagi.

Maka apalagi yang membuat ragu untuk turut dalam barisan orang-orang yang memperjuangkannya. Tatkala realitas telah gamblang memberikan jawaban tak terbantahkan atas kepastiannya. Disaat kesadaran umat telah terbentuk untuk memperjuangkannya. Maka tampak jelaslah kekhawatiran para penjahat-penjahat yang telah sekian lama menutupi kebenarannya.

Terngiang sebuah bisyarah Rasulullah dari hadits riwayat Ahmad :”… akan tegak kembali Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian…” . Inilah dalil yang menunjukkan sebuah keniscayaan akan kembalinya kemuliaan Islam dan kaum Muslimin dalam naungan Khilafah rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah. Janji Allah SWT bagi umatnya yang tak akan mungkin diingkarinya.

Allah swt berfirman: “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka…” (TQS. An Nur: 55)

Demikianlah kebenaran yang harus menghujam kuat dalam benak-benak kaum Muslimin. Sehingga tak perlu lagi ada rasa pesimis dalam perjuangan untuk mengembalikannya. Banyaknya tantangan, beratnya ujian, serta besarnya pengorbanan yang harus dipersembahkan dalam perjuangan ini bukanlah suatu alasan untuk tidak memperjuangkannya. Karena Khilafah pasti tegak kembali. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang pantas bagi insan-insan yang turut dalam memperjuangkannya. (AAF)


Jumat, 13 September 2013

Hijau

Catatan dari seorang teman, sahabat, dan saudara seperjuangan..

Pernah dengar kalau "hijau adalah warna syurga"?? Hal ini tergambar di dalam al Qur'an. Selain itu, hijau adalah warna favorit Rasul. Dan pastinya warna pohon-pohon dan dedaunan. Konon katanya, orang yang menyukai warna hijau adalah orang yang tenang dan pekerja keras. Tidak terburu-buru dan selalu perfecto dalam merencanakan sesuatu. Well, sekilas mungkin iya. Tapi disisi lain tidak. Setidaknya ia harus belajar tawazun (menyeimbangkan) antara dakwah dan kuliah. Karena ternyata, hanya fokus pada dakwah dan kuliah terbengkalai adalah hal yang tidak baik. Terlebih bagi orang yang memiliki posisi. Pasti organisasi dijadikan kambing hitam si penghambat. Padahal penghambatnya adalah diri kita sendiri. Jadi perbaikilah!! Seperti iklannya Fresh Tea : "Kalem aja, lanjut terus!"

Hanya mereka yang special yang lebih mengerti... :)


Selasa, 10 September 2013

Berpakaian Tapi Telanjang

Kondisi sekarang sudah sangat memprihatinkan. Para wanita sudah tidak lagi merasa risih tatkala mempertontonkan auratnya. Bukan hanya menampakkan kepala dan kaki saja. Tapi hampir seluruh bagian tubuh telah menjadi bagian yang dapat dinikmati secara bebas tanpa izin.

Bisa dibayangkan kondisi beberapa tahun mendatang. Munngkin beberapa tahun lagi berpakaian ala barat (orang kafir) yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum uslimin dari musibah ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekiandan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Rasul telah mengabarkan kepada umatnya akan munculnya golongan dari penduduk neraka. Dan hari ini telah terbukti apa yang telah dikabarkan oleh beliau. Para wanita sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Harga diri mereka seakan telah terkubur bersama dengan dengan modernitas.

Diperparah dengan ajang Miss World yang akan terselenggara di salah satu negeri Muslim dengan penduduk Islam terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Ajang yang katanya ingin menonjolkan sisi intelektual wanita, tapi nyatanya hanya topeng untuk semakin mendorong wanita memiliki perilaku hidup yang bebas. Ini akan semakin menjadikan wanita-wanita memperoleh pembenaran atas kesalahan fatal mereka dalam mempertontonkan auratnya.

Padahal sebagai seorang wanita, khususnya Muslimah telah disyariatkan untuk menutup auratnya. Wajib bagi Muslimah untuk mengenakan kerudung dan jilbab sebagai bukti keimana dan ketaqwaan mereka kepada Allah swt. (AAF)


Senin, 09 September 2013

Kebangkitan Islam, Butuh Kesadaran & Perjuangan


Dengan melihat realitas umat manusia hari ini, khususnya umat Islam sangat membuat hati menjadi miris. Telah tampak dengan sangat nyata kerusakan dan keterpurukan di tengah-tengah umat manusia. Dan jika kita bisa jujur melihat kondisi yang ada, maka sangat jelas fakta kerusakan dan kemunduran tersebut karena pengabaian umat terhadap aturan sang Khaliq.

Olehnya, menjadi sebuah tanggung jawab bagi kita untuk mengeluarkan umat dari kondisi ini. Mengutip dari kitab Nidzomul Islam karya Taqiyuddin An Nabhani, “Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya. Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini untuk diganti dengan pemikiran lain.”

Dari pernyataan tersebut, maka jelas penyebab kemunduran umat hari ini dikarenakan kemunduran berfikirnya. Karena itu, untuk mewujudkan kebangkitan, maka harus bangkit dari segi pemikiran. Mengeluarkan umat dari jebakan pemikiran yang menjauhkan mereka pada ketaatan kepada Allah swt. Kemudian mengantarkan mereka pada pemikiran Islam hingga mereka menyadari hakikit diri dan kehidupannya. Sehingga tidak lagi terjebak dalam gemerlapnya dunia. Akan tetapi menjadi manusia yang sadar diri atas posisinya sebagai ciptaan yang lemah dan terbatas.

Sebagai umat Islam, maka kebangkitan Islam merupakan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan. Bahkan tak ada satupun alasan bagi umat Islam untuk tidak memperjuangkannya. Umat Islam hanya akan bangkit jika kembali kepada Islam secara kaffah dengan menjadi hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)

Dengan demikian, untuk membangkitkan Islam maka libatkan diri dalam perjuangan menuju Islam kaffah dengan upaya melanjutkan kehidupan Islam. Sebagaimana perjuangan Rasulullah di Makkah hingga tegak kekuasaan Islam di Madinah di bawah kepeminpinan Muhammad Rasulullah.

Tidak bisa dipungkiri jalan perjuangan ini berat, sulit, berliku, serta memerlukan banyak pengorbanan. Tapi Allah akan senantiasa menyertai perjuangan ini. Allah swt berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapui mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf : 96)

Maka saatnya bagi umat Islam sadar untuk keluar dari keterpurukannya. Lantas bangkit dan berjuang untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Sehingga Islam kembali mampu menebar rahmat bagi semesta alam. (AAF)