Puing-puing bangunan Khilafah telah lebur bersama dengan masa.
Ingatan manusia akan kekokohannya pun telah terhapus dari tiap-tiap memori
otak. Hingga hampirlah tak menyisakan sedikitpun bayang akan keagungannya.
Binasa bersama makar-makar akbar yang telah dikobarkan oleh para pembencinya.
Tapi akankah selamanya mereka mampu menutupi sebuah realita yg tak
terbantahkan. Sebuah kedigdayaannya, yang tak satupun masa tercatat sebagai
tandingannya. Kejayaan yang tak pernah bisa dipungkiri. Bahkan tatkala
kebenarannya terpenjara dalam ruang yang sangat tertutup. Takkan mampu
menjadikannya benar-benar terkubur.
Kini realitas menjadi sebuah aksi yang kembali membuka
lembaran-lembaran yang telah terhapus dari memori umat. Harapan untuk kembali
ke masa yang telah hilang telah menggelora bak gelombang yang tak terbendung.
Gejolak tuntutan untuk kembalinya masa itu telah menjadi momok menakutkan bagi
penjahat-penjahat peradaban.
Tak ada lagi keraguan. Hingga tak ada lagi kata diam. Sekarang
saatnyalah untuk menunjukkan aksi. Semua telah tampak jelas. Angin segar telah
menghembuskan revolusi. Irama kebangkitan sahut menyahut disetiap penjuru
negeri-negeri. Teriakan-teriakan tuntutan tak terelakkan lagi.
Maka apalagi yang membuat ragu untuk turut dalam barisan
orang-orang yang memperjuangkannya. Tatkala realitas telah gamblang memberikan
jawaban tak terbantahkan atas kepastiannya. Disaat kesadaran umat telah
terbentuk untuk memperjuangkannya. Maka tampak jelaslah kekhawatiran para
penjahat-penjahat yang telah sekian lama menutupi kebenarannya.
Terngiang sebuah bisyarah Rasulullah dari hadits riwayat Ahmad :”…
akan tegak kembali Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian…” . Inilah dalil yang
menunjukkan sebuah keniscayaan akan kembalinya kemuliaan Islam dan kaum
Muslimin dalam naungan Khilafah rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah. Janji Allah
SWT bagi umatnya yang tak akan mungkin diingkarinya.
Allah swt berfirman: “Allah telah berjanji
kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara
kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka…” (TQS. An Nur: 55)
Demikianlah kebenaran yang harus menghujam kuat dalam benak-benak
kaum Muslimin. Sehingga tak perlu lagi ada rasa pesimis dalam perjuangan untuk
mengembalikannya. Banyaknya tantangan, beratnya ujian, serta besarnya
pengorbanan yang harus dipersembahkan dalam perjuangan ini bukanlah suatu
alasan untuk tidak memperjuangkannya. Karena Khilafah pasti tegak kembali. Dan
Allah telah menyiapkan balasan yang pantas bagi insan-insan yang turut dalam
memperjuangkannya. (AAF)